Ungu - Doa |
| Published: August 14, 2008, 9:17 am |
| Tags: gay |
|
Siang itu, aku berjalan tertatih-tatih dengan perasaan tak menentu menuju ruang tunggu seorang dokter. Saya mendapatkan alamatnya dari temanku. Katanya dokter ini hebat sekali dalam ilmu pengobatan. Dan saat itu aku memang benar-benar membutuhkan dokter yang hebat. Anusku berkedut-kedut agak nyeri. Semua gara-gara ulah salah satu teman gayku. Kami bertemu, merasa cocok, dan berakhir dengan seks yang luar biasa. Namun karena kontolnya besar, anusku dihajarnya habis-habisan sampai berdarah-darah. Dia memang jago sekali dalam hal mengentot. Aku dibuatnya kehabisan napas. Namun aku sangat menikmatinya. Sudah hampir satu minggu berlalu namun anusku masih juga tetap sakit, terasa seperti terbakar api. Karena takut infeksi, saya memberanikan diri untuk menemui seorang dokter. Jadi itulah awal mulanya bagaimana saya bisa sampai duduk di ruang tunggu itu.Jumlah pasien pada siang itu sedikit sekali, hanya ada aku, pasien satu-satunya di ruangan itu. Seorang pria muda yang seksi dan tampan duduk [ Full article ] |
|
|
No Comments...